Dinas Tanaman Pangan Hortikultura
Dan Perkebunan Provinsi Bengkulu
Informasi / Berita/Artikel

MENGENAL INDIKASI GEOGRAFIS (IG)

  May 09, 2018     Admin Dis TPHP Bengkulu  

MENUJU SERTIFIKASI PERLINDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI ROBUSTA KABUPATEN KEPAHIANG DAN REJANG LEBONG

 

Indonesia merupakan salah satu anggota Trade Related of Intelectual Property Rights (TRIP’s) Agreement yang mewajibkan negara-negara anggota untuk menyusun peraturan tentang Indikasi Geografis dengan tujuan memberikan perlindungan hukum terhadap praktek atau tindakan persaingan yang curang. Indikasi Geografis merupakan Hak Kekayaan Intelektual yang dapat dilindungi. Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merk, Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. IG bersifat kolektif dan ditujukan khusus untuk melindungi nama asal suatu barang dan keterkaitan reputasi serta kualitas. Perlindungan berlaku selama ciri dan kualitas bisa dipertahankan. 

Sejalan dengan perkembangan peraturan-peraturan di Indonesia, saat ini Undang-Undang Merk Nomor 15 Tahun 2001 telah diganti dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016. Undang-Undang ini menyempurnakan Undag-Undang yang lama. Pemerintah telah mengeluarkan petunjuk pelaksanaan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Geografis dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2009 tentang Perlindungan Wilayah Geografis Penghasil Produk Perkebunan Spesifik Lokasi. Peraturan Pemerintah tersebut telah membuka telah membuka jalan untuk bisa didaftarkannya produk-produk Indikasi Geografis di tanah air. 

Produk IG mempunyai ciri tertentu yang menunjukkan daerah suatu barang, yang karena lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi kedua faktor tersebut memberikan ciri atau kualitas tertentu pada produk dimaksud. Pada umumnya IG terdiri dari nama produk yang diikuti dengan nama daerah atau tempat asal produk. IG memberikan perlindungan terhadap tanda yang mengidentifikasikan suatu wilayah atau kawasan atau daerah didalam wilayah tersebut terdapat asal barang/produk dimana reputasi, kualitas dan karakteristik barang tersebut sangat ditentukan oleh faktor geografis yang bersangkutan.

Dari hal-hal tersebut diatas dapat diuraikan ciri atau unsur-unsur pokok  dalam Indikasi Geografis sebagai berikut :

  1. Sebagai  tanda  yang diambil  dari nama daerah yang merupakan ciri khas suatu produk atau barang yang diperdagangkan.
  2. Sebagai tanda yang menunjukkan kualitas atau  reputasi  produk  atau barang yang bersangkutan.
  3. Kualitas barang tersebut dipengaruhi oleh alam, cuaca dan tanah didaerah yang bersangkutan.

Dari uraian diatas bahwa Indikasi Geografis menyangkut perlindungan atas nama asal barang terhadap barang-barang tertentu. Pengaturan indikasi geografis akan membawa dampak positif yaitu memberikan dan kepastian hukum atas produk indikasi geografis yang bersangkutan. Komoditas yang diharapkan untuk segera disusun indikasi geografis dibagi menjadi 2 (dua) hal berdasarkan reputasi komoditas tersebut. Di Indonesia berdasarkan reputasinya komoditas dapat digolongkan  menjadi dua, yang pertama adalah komoditas ekspor yang telah mendapatkan reputasi internasional dan yang kedua adalah komoditas dalam negeri yang telah mendapatkan reputasi nasional. Komoditas ekspor dengan reputasi internasional antara lain adalah kopi dan lada.

Saat ini produk IG dari komoditas kopi telah banyak bermunculan seperti kopi Arabika Bali Kintamani, kopi Robusta Lampung, kopi Robusta Semendo, dan sebagainya. Hal ini berarti bahwa masyarakat, dan pemerintahan setempat menyadari bahwa kopi di setiap daerah memiliki ciri khas berbeda dan unik di setiap wilayah. Tentunya hal ini berpeluang untuk dilindungi agar ciri khas setiap produk tersebut tetap dapat bertahan.

Sebaran IG kopi robusta masih terbatas dibandingkan dengan sebaran IG kopi arabika. padahal diketahui bahwa sebaran perkebunan kopi robusta jauh lebih luas dibandingkan dengan kopi Robusta, artinya peluang mengembangkan IG kopi robsuta masih terbuka lebar. Daerah yang saat ini mulai meningkatkan komoditas kopi robusta yaitu Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Kopi Kepahiang dan Rejang Lebong dilaporkan memiliki nilai uji citarasa kopi robusta kisaran score 75 - 84, artinya kopi robusta Kepahiang dan Rejang Lebong berpeluang ditingkatkan nilainya lebih dari 80 dan dapat dijadikan kopi specialty. Tentunya score tersebut disebabkan adanya rasa unik dan khas dalam kopi robusta Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Citarasa khas ini perlu dilindungi melalui sertifikasi IG agar mutu dan konsistensi citarasa tetap dapat dipertahankan dan menjadi citra bagi kopi robusta Kepahiang dan Rejang Lebong.

Dampak adanya IG di beberapa daerah lain terbukti telah meningkatkan permintaan biji kopi yang berdampak terhadap kesejahteraan petani kopi. Atas dasar tersebut, Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong ingin mengangkat perkopian daerah melalui IG. Kajian-kajian atau baseline study karakteristrik masyarakat, daerah, dan citarasa kopi dilakukan untuk mengetahui karakter kopi robusta Kepahiang dan Rejang Lebong dengan demikian melalui IG ini teknik budidaya, pengolahan kopi robusta Kepahiang dan Rejang Lebong, kelembagaan dan pemasarannya dapat diketahui dan  ditingkatkan untuk mencapai sasaran IG.

Tujuan Perlindungan Sertifikasi Indikasi Geograifis (IG) Kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong  adalah:

  1. menjaga kelestarian kawasan dan produk-produk budidaya suatu wilayah geografis yang memiliki mutu dan kekhasan cita rasa serta reputasi atau ketenaran yang baik;
  2. mempertahankan mutu dan cita rasa spesifik serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk budidaya;
  3. meningkatkan pendapatan masyarakat pada wilayah geografis penghasil produk budidaya spesifik; dan
  4. mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
  5. Upaya pengembangan Indikasi Geografis dilaksanakan agar Kopi Robusta Kepahiang dan Rejang Lebong tidak berubah menjadi generik yang akan merupakan kehilangan bagi seluruh rakyat Kepahiang dan Rejang Lebong.
  6. Komoditas Kopi Robusta memiliki reputasi strategis juga merupakan komoditas rakyat, pengangkatan citra komoditas tersebut sekaligus juga akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Perlindungan IG memiliki berbagai manfaat baik bagi produsen maupun bagi konsumen.  Bagi produsen manfaat keberadaan IG dapat dilihat dari aspek ekonomi, aspek ekologi, aspek sosial budaya dan aspek Hukum.

  1. Aspek Ekonomi : Adanya kepemilikan khas suatu produk, peningkatan nilai tambah, kemudahan akses modal usaha, peningkatan pemasaran, perlindungan dari pemalsuan produk, peningkatan pendapatan, peningkatan lapangan kerja, keberlanjutan usaha, pengembangan agrowisata, penguatan ekonomi wilayah, percepatan pengembangan wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  2. Aspek Ekologi : Menjaga kelestarian alam, mempertahankan kelestarian sumber daya genetik serta peningkatan reputasi kawasan.Aspek Sosial BudayaMempererat hubungan komunitas produsen, meningkatkan dinamika wilayah, melestarikan adat, pengetahuan, serta peningkatan reputasi kawasan.
  3. Aspek Hukum : Memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi produsen dan perlindungandari pemalsuan dan pemanfaatan legal, ketenaran produk.
  4. Aspek Wilayah : Pembentukan Indikasi Geografis di daerah-daerah terbukti mampu meningkatkan citra daerah sehingga lebih dikenal di Indonesia bahkan dunia melalui produk khas yang dihasilkan di masing-masing daerah.

Adapun manfaat IG bagi konsumen antara lain : memberikan jaminan kualitas sesuai harapan konsumen terhadap produk IG dan memberikan jaminan hukum bagi pengguna/ konsumen.(bumi23)

(Disarikan dari Proposal Pendampingan Penyusunan Buku Persyaratan untuk Menuju Sertifikasi Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong).

 

Tentang Kami

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu merupakan OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu...
Baca selengkapnya

Follow Us

Alamat

Jl. Pembangunan No. 19, Pd Harapan - Kota Bengkulu 38223
Telp: Telp. (0736) 21410-21721
Fax: (0736) 21017
Email: dtphp.bengkuluprov@gmail.com